Slideshow

Artikel Terbaru

Pages

Saturday, November 20, 2010

Indonesia Juara Olimpiade Robot


Indonesia meraih kemenangan dengan menempati posisi juara pertama dan berhak meraih medali emas untuk kategori Robot Soccer pada World Robotic Olympiad (WRO) yang berlangsung di SMX Convention Center Hall, Manila, Filipina.

Keterangan yang diperoleh dari Mikrobot Experience Center di Jakarta, Rabu menyebutkan, Indonesia mengirim 11 tim dalam kompetisi robot itu. Tim terdiri atas siswa SD, SMP, SMA dan tim Robot Soccer.

"Dari 11 tim yang kita kirim, tim Robot Soccer yang berhasil meraih juara," kata Paula dari Mikrobot Experience Center.

World Robotic Olympiad yang diselenggarakan pada 6 November 2010 adalah kegiatan inetrnasional yang diselenggarakan setiap tahun. Pelombaan ini dibuka untuk siswa SD hingga mahasiswa perguruan tinggi.

Kegiatan ini merupakan puncak acara kompetisi tingkat nasional yang sudah diikuti sebelumnya oleh seluruh peserta dari masing-masing negara.

WRO tahun ini diikuti 700 peserta dari 22 negara, sedangkan Indoensia mengirim 38 peserta yang terbagi dalam 11 tim untuk mengikuti Regular Category dan Robot Soccer Category.

Peserta WRO yang mewakili Indonesia adalah pemenang dan sebagian peserta yang ikut kegiatan Indonesia Robotic Olympiad 2010 yang diselenggarakan di Gedung BPPT Jakarta pada 14 Agustus 2010.

Tahun ini merupakan ke-7 diselenggarakan WRO. Pada katagori Robot Soccer, tim Indonesia harus bersaing dengan 20 tim dari negara lain dan bisa meraih juara pertama. Sebelumnya, pada WRO 2009, Indonesia meraih juara 2,3 dan 5.

WRO pada 2011 diselenggarakan di Abu Dhabi. Tim Indonesia bertekad kembali meraih prestasi.
READ MORE - Indonesia Juara Olimpiade Robot

Ke Mana Perginya Kulit Hewan Kurban?


Jakarta - Penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, dan kerbau merupakan salah satu bagian dari peringatan Hari Raya Idul Adha yang dilakukan oleh umat Islam, termasuk di Indonesia tiap tahunnya.

Namun setelah hewan-hewan selesai dipotong, apa yang terjadi dengan kulit-kulit hewat tersebut?

Haji Abdul Bari atau lebih dikenal sebagai haji Adun adalah salah seorang pemborong kulit hewan skala besar yang cukup populer di kalangan pedagang maupun tukang potong hewan kurban.

Tanpa menaruh papan nama yang menunjukkan jenis usahanya, masyarakat di sekitar tempat tinggalnya di Jalan Angsana, Pejaten, Jakarta Selatan akan langsung menunjuk suatu lapangan besar bila ditanya lokasi pengumpulan kulit.

"Haji Adun tidak bisa ditemui hari-hari ini, dia sibuk ngurus macam-macam, mungkin minggu depan baru bisa," kata Sohar, seorang asistennya, memperlihatkan skala kesibukan haji Adun.

Menurut Sohar, bos-nya sudah terkenal di daerah Jakarta, Tangerang, hingga Rangkasbitung, Banten sebagai pengumpul kulit hewan sehingga tidak perlu mendatangi ke tiap lokasi pemotongan. Tukang potong akan mengantar kulit-kulit itu.

"Bisa disebut sebagai tengkulak kulit hewanlah," kata Dede, anak kedua haji Adun.

Tidak lama berselang, datang dua orang menaiki sepeda motor dengan dua karung berisi kulit hewan kurban, masing-masing kulit kambing dan sapi.

Kulit-kulit kambing itu lantas diperiksa oleh Sohar untuk melihat apakah ada kulit yang apkir --walau pengertian apkir sesungguhnya adalah ditolak, namun di sini lebih diartikan dalam kondisi rusak-- baru transaksi dilakukan.

"Kulit yang apkir dibeli murah, lima ribu per lembar, tapi kalau kulit yang bagus antara lima belas ribu sampai dua pulu ribu per lembar," kata Sohar yang sudah ikut membantu haji Adun sejak 1972.

Kulit yang apkir adalah kulit kambing yang berlubang karena tidak rapi saat memotong atau kulit kambing yang sakit.Kulit sapi dihargai delapan ribu per kilonya.

"Kulit sapi itu ada dua macam, sapi putih yang biasa dan sapi coklat dari Sumbawa, yang lebih besar itu kulit sapi putih," jelas Sohar lagi.

Pada saat hari raya Idul Adha seperti sekarang ini, usaha haji Adun bisa menampung hingga lebih dari 10.000 lembar kulit kambing dan lebih dari 10 ton kulit sapi.

"Kalau mau lihat kulit lebih banyak lagi datang saja sore atau malam, nanti ada yang mengantar dari berbagai daerah pakai truk, tapi baiknya kulit diantar tidak lebih dari magrib karena kalau lewat jam enam bisa berisiko busuk," kata Sohar.

Sohar mengatakan mereka menerima penjualan partai kecil."Dari 1-2 lembar kulit kan bisa jadi banyak," tambah Sohar.

Kulit-kulit tersebut kemudian diberi garam agar tidak membusuk.

"Kami sudah menyiapkan berkarung-karung garam agar kulit tidak membusuk karena pabrik baru mengambil antara 3-11 hari setelah hari pemotongan," kata Dede.

Pabrik yang dimaksud adalah industri yang menggunakan kulit sebagai bahan dasarnya seperti pabrik sepatu, sandal, jaket, maupun makanan.

"Kalau kulit domba itu ke pabrik jaket, nah kambing ke pabrik sandal dan sepatu, kalau kulit kerbau baru ke pabrik kerupuk," kata Sohar lalu terkekeh.

Menurut Sohar, usaha haji Adun hanya menjual ke satu pihak yang kemudian mendistribusikan kulit-kulit tersebut ke pabrik-pabrik.

"Pabrik-pabriknya banyak, ada di Bandung, Cianjur, dan banyak juga di Jawa Timur, tapi dari sini ya satu jalur saja jadi saya tidak tahu nanti produknya dipasarkan ke mana," kata laki-laki asal Boyolali itu.

"Mereka nanti kirim truk ke sini untuk mengangkut kulit-kulit, jadi kami hanya tunggu saja, biasanya pabrik mengirim dua kali dalam satu bulan" kata Dede.

Selain mengumpulkan kulit, haji Adun juga menjual hewan kurban seperti kambing, sapi, dan kerbau.

"Jadi usaha haji Adun memang dagang hewan, kalau bukan masa Idul Adha tetap berjualan buat aqiqah --kenduri untuk anak yang baru lahir dengan menyembelihan hewan--," kata Dede, "Tetap beli kulit juga, tapi ya tidak sebanyak kalau Idul Adha, hari biasa paling 250 lembar kulit kambing," tambah Dede.

Pada hari-hari biasa, kulit kambing dijual 25 ribu per kulitnya.

Untung Besar
Pengumpul kulit kambing lain di daerah Lenteng Agung, Yuhyi yang juga berjualan hewan kurban pun menjadi tempat tukang potong hewan kurban menjual kulit hewan kurban.

"Saya tidak mengumpulkan tiap hari, hanya saat Idul Adha saja, jadi jualan kulit ini seperti bonus- lah," kata Yuhyi.

Selang beberapa saat, seseorang menarik gerobak yang penuh dengan kulit-kulit kambing. Muatan itu kemudian diperiksa dan dihitung oleh salah seorang anak Yuhyi.

"Kalau kulit untung-untungan, kadang sudah diperiksa di sini bagus tapi ternyata di pengumpul besar baru ketahuan apkir, kadang berat di sini juga dengan timbangan di sana berbeda," kata Yuhyi.

Pengumpul besar yang ia maksudkan adalah Haji Adun.

"Saya mah gak kuat usaha ngumpulin kulit, Haji Adun tuh yang usahanya sudah besar dan langsung jual ke pabrik, bertruk-truk pula," tambah Yuhyi.

Menurutnya, cara pembayaran pabrik tidaklah kontan, tapi berupa giro yang tidak dapat langsung diuangkan. Di sisi lain sudah ada pengeluaran besar untuk memperoleh kulit-kulit tersebut dan biaya pengawetan.

"Bayangkan kalau harus beli ribuan lembar atau berton-ton kulit ditambah harus menggarami agar tidak busuk tapi tidak langsung dibayar lunas, wah butuh uang miliaran, gak kuat saya," jelasnya.

Sohar memang tidak merinci omset usahanya saat hari raya kurban, namun selisih yang ia jual ke pabrik biasanya 1-5 ribu per lembar atau per kilo, bergantung pada jenis kulit, misalnya kulit domba lebih mahal dari kulit kambing.

Memang selisihnya terlihat kecil ditambah masih menyediakan biaya garam untuk mengawetkan kulit, namun bila kulit yang didapat hingga beberapa truk atau berton-ton, maka keuntungan haji Adun pada Idul Adha tentulah besar.

"Keuntungannya memang lumayan, tapi butuh modal besar juga," tambah Sohar.

Kulit-kulit yang dikumpulkan dan dibawa ke pabrik tersebut ikut mendukung pertumbuhan industri kulit dan produk kulit Indonesia, terlebih kulit sapi jawa (Java box) dikenal sebagai salah satu kulit terbaik di dunia.

Indonesia memiliki potensi usaha produk kulit yang beragam, contohnya industri penyamakan kulit; industri barang kulit yang mencakup tas, dompet, ikat pinggang; industri alas kaki; industri garmen berupa jaket, sarung tangan; industri perlengkapan rumah dan industri kerajinan antara lain berupa wayang, kaligrafi, dan assesoris.

Pun pada 2009 Indonesia menjadi produsen sepatu kulit (kasual) ke-4 terbesar dunia setelah India.
READ MORE - Ke Mana Perginya Kulit Hewan Kurban?

Wednesday, November 17, 2010

Wow, Penyanyi Berdarah Surabaya Ini Masuk Nominasi Hollywood


Meeghan Henry, penyanyi 15 tahun berdarah Surabaya ini berpeluang menuai prestasi di negeri Paman Sam. Dia baru saja masuk nominasi Hollywood Music Media Awards (HMMA) untuk video klip "When I’m 18".

Ajang penghargaan tahunan bagi insan musik Hollywood tersebut akan berlangsung Kamis, 18 November 2010, di Kodak Theater Hollywood, Los Angeles, California.

Seperti dikutip dari rilis pers Jumat (25/9), klip lagu Meeghan, yang digarap sutradarai Li Lui dan produser Hugh Hung-dua lulusan University of Southern California- dinilai kreatif dan terintegritas secara visual.

Nama Meeghan mulai santer terdengar sejak melakukan konser bareng musisi popular Colby O’Donis di Saban Theater, Beverly Hills, California, Februari lalu.

Meeghan, besar di Amerika sejak umur empat tahun. Karir musik profesional dirintis disana sejak tiga tahun silam. Pada 2009 ia dikontrak produser Ronnie King, mengusung label Wright Records.

Ronnie dikenal sukses melahirkan nama besar seperti Mariah Carey, Tupac Shakur, dan Snoop Dogg.

Sejak dirilis akhir Juli, single “When I’m 18”, telah duduk di sejumlah tangga lagu Amerika. Diantaranya posisi 3 Top 30 Chart/IMN dan nongkrong di no 6 Hot Ac40 Chart Indie/NMW.
READ MORE - Wow, Penyanyi Berdarah Surabaya Ini Masuk Nominasi Hollywood

Sunday, November 14, 2010

Enam Orang Meninggal Usai Makan Daging Penyu

Penyu Hawksbill

Wellington - Sebanyak enam orang meninggal dan lebih dari 90 orang lagi sakit setelah mereka memakan daging penyu yang terancam punah di Mikronesia, kata pemerintah di negara Pasifik itu, Jumat.

Semua korban, yang meliputi empat anak kecil, meninggal setelah pesta di Pulau Murilo pada pertengahan Oktober. Penyu langka hawksbill dijadikan santapan dalam pesta itu, kata kantor penerangan masyarakat Negara Federasi Mikronesia.

Para pejabat pemerintah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), katanya, mendapati bahwa mereka meninggal akibat "chelonitoxism", sejenis racun yang ditimbulkan oleh biotoksin pada daging penyu. Sejauh ini, diketahui tak ada obat buat racun jenis itu.

Penyu hawksbill adalah spesies yang diketahui menimbulkan "chelonitoxism" dan anak-anak terutama sangat rentan terhadap kondisi tersebut, kata pemerintah di dalam satu pernyataan.

Dinas kesehatan, katanya, telah menyarankan pelarangan total orang memakan daging penyu dan telurnya akibat jatuhnya korban jiwa itu.

"Kendati kejadian ini telah berakhir, peristiwa masa depan tentu terjadi lagi kecuali tindakan dilakukan guna mengubah prilaku orang memakan penyu," demikian antara lain isi pernyataan itu.

Penyu hawksbill adalah sumber asal "tortoiseshell" dan dilindungi berdasarkan Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), demikian AFP melaporan.
READ MORE - Enam Orang Meninggal Usai Makan Daging Penyu

Sulteng Bertekad Angkat Citra Budaya Batik Bomba


Palu - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bertekad akan mengawal batik bomba (batik produksi Sulteng) sebagai batik yang dapat mengangkat citra budaya masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Sulteng, Suaib Djafar, di Palu, Minggu, mengatakan untuk memperkuat citra kebudayaan tersebut maka pemerintah perlu mengawasi penempatan motif batik bomba itu.

"Dengan banyaknya motif batik bomba saat ini jangan sampai tumpang tindih penggunaan motifnya. Misalnya, motif yang mestinya untuk baju jangan sampai motif itu juga yang digunakan untuk taplak meja," kata Suaib.

Untuk itulah kata dia, 20 November mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar `Fashion and Art Central Celebes` yang dipusatkan di Palu Golden Hotel.

Kegiatan ini kata dia, selain mengusung busana khususnya batik, juga akan dirangkai dengan pemilihan duta wisata Sulteng dan pameran karya lukis.

"kegiatan `fashion` akan kita kombinasikan dengan lomba karya tulis terkait lingkungan," kata Suaib.

Khusus untuk `fashion` kata Suaib, pemerintah ingin membumikan batik bomba sehingga tidak saja dipahami sebagai produk budaya tetapi ada nilai filosofis yang terkandung dalam motif batik bomba itu.

Dia mengatakan, salah satu motif yang dikenal saat ini adalah motif tai ganja. Motif ini kata dia mengandung makna warisan kebudayaan adat Sulteng sehingga hanya cocok dipakai pada kegiatan-kegiatan adat atau pesta perkawinan.

"Penyebutan istilah `bomba` sendiri itu mengandung falsafah keterbukaan dan kebersamaan. Itulah sebabnya tidak heran jika masyarakat Sulteng itu terbuka kepada siapa saja yang datang ke daerah kita ini," kata Suaib.

Menurutnya, dalam acara `fashion` tersebut, seluruh pengrajin akan dihadirkan sebab belakangan ini telah tumbuh home industri batik.

Batik Bomba Lekatu misalnya, salah satu produksi batik kerajinan lokal di Palu, telah mengembangkan 30 motif batik berciri khas lokal Sulteng. Salah satu motif batik ini adalah bunga dan buah cengkeh.

Ahdin, pemilik industri Bomba Lekatu mengatakan, dia memilih motif tersebut karena cengkeh adalah salah satu komoditi andalan Sulteng khususnya di Kabupaten Tolitoli.

Berkat kemajuan teknologi dan kemauan pengrajin untuk mempertahankan kualitas produksinya, Ahdin mengatakan, para pengrajin telah menemukan teknologi khusus sehingga batik produk Sulteng dijamin tidak luntur.
READ MORE - Sulteng Bertekad Angkat Citra Budaya Batik Bomba

Lambang Demokrasi Myanmar Itu Bebas


Partainya pernah menang pemilihan umum, tapi ia malah dijebloskan ke dalam penjara lalu diikuti dengan 15 tahun tahanan rumah, namun kini ia dapat menghirup udara bebas sekalipun tanda tanya besar tetap mengambang.

Pemimpin pro-demokrasi di Myanmar Aung San Suu Kyi "sepenuhnya bebas" tanpa syarat, demikian pengumuman seorang pejabat di negara yang dikuasai militer tersebut pada Sabtu (13/11), setelah perempuan pejuang demokrasi itu dibebaskan dari tahanan rumah.

"Ia sepenuhnya bebas --tak ada persyaratan sama sekali," kata seorang pejabat senior pemerintah kepada kantor berita Prancis AFP.

Namun pendukung Suu Kyi telah menyuarakan keprihatinan bahwa junta mungkin memberlakukan pembatasan atas gerakan dan kegiatannya, seperti yang dilakukannya selama masa kebebasan singkatnya sebelumnya.

Meskpun begitu, penduku Suu Kyi dilaporkan bergembira pada Sabtu, saat pegiat demokrasi tersebut muncul dari rumah yang menjadi tempat ia menjalani tujuh tahun terakhir hukumannya. Suu Kyi diberitakan tampil dengan wajah dihiasi tawa, senyum dan terlihat sehat.

Dengan tekad kuat dan perlawanan damai dalam menghadapi penindasan, Suu Kyi tetap menjadi tumpuan haran bagi banyak warga Myanmar, setelah hampir lima dasawarsa kekuasaan militer.

Para jenderal di negeri tersebut tampaknya sangat khawatir terhadap kepopuleran peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu sehingga mereka menyekap perempuan bertubuh mungil yang berbicara dengan suara lembut dan berusia 65 tahun tersebut selama 21 tahun. Selama 15 tahun Suu Kyi menjalani penahanan rumah.

"Kita harus bekerja sama dalam persatuan," kata Suu Kyi kepada pendukungnya, sebagaimana diberitakan. Ia mengisyaratkan bahwa ia sama sekali tak bermaksud menghentikan perjuangan lamanya bagi demokrasi.

Suu Kyi membawa Liga Nasional bagi Demokrasi (NLD) ke kemenangan besar dalam pemilihan umum 1990, tapi rejim junta tak pernah menerima hasil pemilihan umum itu.

Partainya memboikot pemilihan umum pertama di negeri tersebut dalam 20 tahun, yang diselenggarakan pada 7 November. Alasannya ialah proses itu tak jujur. Namun tindakan tersebut membuat oposisi terpecah belah dan perhatian sekarang tertuju pada apakah Suu Kyi dapat menyatukannya lagi.

Selama tujuh tahun belakangan, Suu Kyi nyaris telah terputus dari dunia luar. Tak ada telefon atau akses Internet dan hanya dua perempuan pembantu yang menemani dia, selain kunjungan yang kadangkala dilakukan oleh pengacara dan dokternya.

Pada 2002, pemimpin oposisi itu sempat dibebaskan dan banyak orang mengerumuni dia ke mana pun dia pergi --peringatan bahwa bertahun-tahun penahanannya tak membuat kepopulerannya jadi pudar.

"Setelah 22 tahun sejak ia terjun ke dunia politik, ia telah menjadi satu lembaga sehingga masyarakat akan berkumpul di sekeliling dia selama ia masih hidup," kata Maung Zarni, peneliti tentang Myanmar di London School of Economic, kepada AFP.

Suu Kyi, yang mengenyam pendidikan di Oxford, memasuki kancah politik Myanmar saat usianya relatif tua, setelah ia melewati banyak waktunya di luar negeri, di India dan kemudian Inggris. Tapi politik selalu mengalir di dalam darahnya.

Ia adalah putri pahlawan kemerdekaan Myanmar Jenderal Aung San, yang dibunuh pada 1947. Ia kembali ke Yangon (dulu bernama Rangon) pada 1988 untuk mengurus ibunya, yang sedang sakit. Saat itu protes meletus guna menentang militer tapi digilas habis.

Ia segera tampil sebagai tokoh utama gerakan pro-demokrasi, dan mendesak pemerintah agar menyiapkan pemilihan umum.

Para jenderal yang berkuasa terkejut menyaksikan dukungan yang diperolehnya dan pada 1989 mereka memerintahkan penahanan rumah pertama buat Suu Kyi. Pengucilan paling akhir terhadap dia terjadi pada Mei 2003, setelah satu serangan mematikan terhadap rombongannya oleh pendukung junta.

Tak berarti

Sekarang sekalipun Suu Kyi telah "dibebaskan", kelompok penganjur demokrasi yang mewakili pemimpin oposisi itu berpendapat pembebasan tersebut sama sekali tak berarti apa, jika junta Myanmar tak mau melakukan dialog dengan hasil pemulihan demokrasi.

Freedom Now, kelompok penganjur hukum yang berpusat di AS dan bertindak sebagai penyuluh internasional buat Suu Kyi, dilaporkan menyambut baik pembebasan peraih Hadiah Nobel Perdamaian 1991 tersebut dari tahanan rumah pada Sabtu.

Kepopulerannya mengancam penguasa baru militer Myanmar. Pada 1989, ia ditahan dengan dakwaan mengganggu keamanan nasional dan dikenakan tahanan rumah. Ia baru dibebaskan pada 1995. Selama 21 tahun terakhir, ia telah dijebloskan ke dalam penjara dan dikenakan tahanan rumah selama lebih dari 15 tahun.

Tindakan junta Myanmar tersebut mendapat sambutan dari berbagai penjuru dunia. Pembebasan Suu Kyi telah memberi junta "amunisi" dalam menghadapi para pengeritik pemilihan umum dan catatan hak asasi manusia pemerintah, yang meliputi penahanan yang berlanjut atas sebanyak 2.200 tahanan politik dan aksi militer terhadap etnik minoritas.

Namun, menurut kelompok itu, pembebasan tersebut saja tak berarti apa-apa sampai junta memasuki proses dialog yang tak dapat diubah, dengan hasil perujukan nasional antara junta, NLD, berbagai kelompok entik dan pemulihan demokrasi di Myanmar --yang dulu bernama Burma.

Pemimpin Freedom Now Jared Genser, sebagaimana dilaporkan kantor berita trans-nasional, merujuk kepada satu pernyataan bahwa Suu Kyi telah dibebaskan dari tahanan rumah tiga kali sebelumnya.

Lalu apa? Tak ada perubahan mendasar di negeri itu.

Kini tak banyak yang mengetahui secara pasti apa rencana Suu Kyi selanjutnya, selain dari bergabung dengan Twitter untuk menjangkau pendukungnya di seluruh dunia. Tapi sedikit saja orang yang menduga ia akan meninggalkan perjuangannya bagi demokrasi.
READ MORE - Lambang Demokrasi Myanmar Itu Bebas

Saturday, November 13, 2010

BMW Vision Efficient Dynamics Siap Diproduksi


Pabrikan Jerman BMW AG. memutuskan untuk memproduksi mobil konsep Vision Efficient Dynamics (VED) .Kendaraan yang diklaim super efisien ini mempunyai bobot ringan berkat pengembangan serat karbon yang dilakukan BMW dan akan digunakan untuk sebagian besar sasis.

Untuk sumber penggeraknya, mobil ini diperkirakan akan mendapatkan sistem hibrida yang memadukan mesin tiga silinder 1,5 liter bertenaga 181 PS dengan dua buah motor listrik yang masing-masing bertenaga 93 PS. Transmisinya akan menggunakan kopling ganda.

Sistem hibrida akan memberikan sistem penggerak empat roda, namun BMW juga berencana menawarkan varian bertenaga listrik murni yang artinya hanya berpenggerak roda belakang. Selain itu, dengan dorongan dari tiga mesin penggerak, mobil ini diharapkan dapat berakselerasi 0 - 100 km/jam di bawah empat detik. Dengan jarak tempuh hingga 400 km, konsumsi bahan bakarnya mencapai 21 km/liter.

VED dikabarkan siap dijual pada 2013 dengan banderol antara 125.000 Euro (US$ 174.145) dan 175.000 Euro (US$ 243.817).
READ MORE - BMW Vision Efficient Dynamics Siap Diproduksi

Friday, November 12, 2010

Profil Rosa Rai | Dokter Cantik yang dikejar-kejar Pasien

Rosa Rai, saat berjabat tangan dengan Presiden Barack Obama

ROSA Rai Djalal, istri Dubes Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal, akhir-akhir ini menjadi perhatian publik, terutama saat kunjungan Obama ke Indonesia.

DOKTER gigi satu ini pintar, cantik, dan enak sekali diajak ngobrol. Pantas saja, beberapa pasiennya sampai jatuh cinta dan mengiriminya bunga setiap hari selama berbulan-bulan.

“Saya sampai bingung, setiap hari pasien saya itu me­ngirim buket bunga besar-besar. Setiap hari, dia minta saya merawat giginya,” ujar Rosa diikuti tawa renyah.

Terang saja Rosa tidak mau melayani pasien macam begini. Suatu kali, Rosa bahkan minta petugas satpam di rumah sakit tempat dia bertugas untuk mengawalnya dari kejaran pasien yang lagi kasmaran itu.

Di lain waktu, seorang bocah usia delapan tahun yang menjadi pasiennya juga kepincut kecan­tikan Rosa. Setiap hari, bocah itu minta diantar mamanya berobat ke Rosa. Setiap bertemu Rosa, bocah itu memandangnya le­kat-lekat.

“Suatu ketika mama bocah itu bilang ke saya,”Bu dokter, anak saya mungkin jatuh cinta sama ibu”. Saya tertawa. Kok bisa ya anak kecil jatuh cinta,” tutur Ro­sa.

Rosa Rai bersama suami Dino Patti Djalal dan anaknya.

Itu kisah Rosa ketika masih bujangan dan praktik di Rumah Sakit Mitra Internasional, Jati­negara, Jakarta. Sekarang, Bu Dokter Rosa telah menjadi istri Dino Patti Djalal diplomat yang menjadi Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Apakah Dino juga jatuh cinta kepada Rosa setelah giginya dia rawat ? Rosa tertawa mendengar pertanyaan itu. “Dino itu enggak pernah mau saya periksa giginya.”

Katanya, “Nanti kamu ilfil (ilang feeling) sama saya”. Padahal, gigi dia itu bagus lho,” kata Rosa ketika ditemui, Kamis (28/5) di Rays International Dental Clinic di Jalan Brawijaya VIII Nomor 2, Jakarta Selatan.

Rosa Rai bersama suami Dino Patti Djalal

Rosa bercerita, dia bertemu dengan Dino karena dikenalkan temannya yang bekerja sebagai diplomat. Setelah satu bulan ke­nal, Rosa langsung dilamar Dino. “Saya kaget juga, kok tiba-tiba dia ngajak nikah. Karena dia serius, saya pun shalat minta petunjuk Allah. Akhirnya, hati saya mantap untuk menikah dengan Dino. Ka­mi menikah bulan Juli 2004 de­ngan saksi Pak SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono).”

Dunia Rosa pun berubah. Se­hari-hari, dia tidak lagi “hanya” mengurusi gigi. Sebagai istri dip­lomat, dia harus bisa masuk ke dalam pergaulan internasional. Hampir setiap hari, Rosa meng­hadiri acara jamuan makan resmi yang diadakan diplomat dari ne­geri asing.

“Meski agak keblenger, saya tetap datang. Prinsipnya di dunia diplomasi kan jika kamu men­datangi, kamu akan didatangi. Ja­di balas-balasan gitu,” tambah­nya.

Bagaimana rasanya? “Ah, ca­pek, tapi sangat menyenangkan. Saya jadi punya banyak peng­alaman dan teman,” katanya.

Rosa lulus dari Fakultas Ke­dokteran Gigi Universitas Indo­nesia pada Januari 1997. Dia me­mulai kariernya sebagai dokter gigi di Rumah Sakit Mitra In­ternasional. Setelah itu, dia mengikuti program dokter pe­gawai tidak tetap (PTT) di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Ja­karta, yang dapat dijangkau pe­rahu klotok selama lima jam dari Teluk Jakarta.

Perjalanan itu selalu dia ke­nang. Mengapa? Karena di dalam perahu, orang secantik Rosa ha­rus rela berdampingan dengan barang belanjaan penumpang la­in, mulai sayur-mayur, ayam, dan kambing. “Selama dua tahun saya bolak-balik Jakarta-Pulau Kela­pa. Pernah perahu yang saya tumpangi diombang-ambing om­bak setinggi tiga meter. Saya pikir mati deh,” katanya.

Seperti dokter di daerah ter­pencil lainnya, Rosa mendapat pengalaman-pengalaman unik. Masyarakat di sana, katanya, menganggap semua dokter, ter­masuk dokter gigi bisa me­nyembuhkan semua penyakit. “Kadang saya harus membantu sunatan,” ujarnya sambil tertawa.

Hah, dokter gigi menyunat orang ? Modelnya bisa tak ke­ruan?. “Enggak, saya cuma ban­tu-bantu saja kok. Yang menyunat dokter lain. Kalau saya yang menyunat, bisa gawat ha-ha-ha,” balas Rosa diikuti tawa berde­rai-derai.

Buat Rosa, pengalaman seba­gai dokter PTT adalah penga­laman penting dalam hidupnya. “Selama di Pulau Kelapa saya sadar, saya bukan siapa-siapa. Sa­ya juga merasakan makna ke­setiakawanan dan rasa to­long-menolong dalam wujud paling nyata.”

Saat ini, Rosa bersama tiga temannya mengelola Rays In­ternational Dental Clinic yang melayani perawatan, rehabilitasi, dan kecantikan gigi. “Kalau ingin punya gigi yang rapi dan senyum manis datang saja ke sini,” ka­tanya berpromosi.

Perempuan blasteran Bu­gis-Banten ini mengaku dirinya orang yang aktif. Tidak heran jika kegiatannya seabrek-abrek sejak masih lajang. Ketika duduk di bangku SMA, Rosa sempat ter­pilih sebagai anggota Paskibraka tahun 1990.

Selepas SMA, dia mengikuti beberapa kontes kecantikan, se­perti pemilihan Abang-None Ja­karta tahun 1993, Putri Indonesia tahun 1995, dan Miss World Uni­versity tahun 1995. Di ajang Abang-None Jakarta, dia menya­bet Juara III. Waktu itu juara satunya Maudy Koesnadi.

Di ajang Putri Indonesia, dia meraih Runner Up I dan di Miss World University di Korea Se­latan, Rosa masuk lima besar dunia model iklan.

Rosa mengaku, dirinya dididik ayahnya dengan bekal agama yang kuat. “Sejak umur dua ta­hun, saya sudah diajar mengaji. Kalau salah baca, tangan saya dipukul kayu kecil,” kenang­nya.

Di sisi lain, dia merasa kedua orangtuanya sangat demokratis. Mereka, kata Rosa, tidak pernah memaksa shalat atau belajar. “Beliau cuma bilang, ’Kalau ingin masuk surga, kamu shalat. Kalau ingin berhasil, belajar yang te­kun’. Itu saya ikuti sampai se­karang.”

Karena sikap demokratis itu­lah, ayahnya tidak melarang Rosa mengikuti kontes-kontes perempuan ayu. “Buat ayah saya, selama itu ada nilai ke­baikannya, saya boleh ikut,” tam­bah Rosa.

Pengalaman mengikuti kon­tes-kontes kecantikan itu, Rosa rasakan manfaatnya ketika dia memasuki dunia diplomat. “Saya jadi lebih percaya diri,” tambah­nya. Sementara itu, gemblengan selama mengikuti karantina Pas­kibraka membuat Rosa menjadi lebih disiplin.

“Semua ada manfaatnya Al­hamdulillah, dunia saya sangat berwarna. Ada dunia gigi, dunia istana, dunia diplomat, dunia ke­cantikan, dan dunia Paskibraka,” ujar Rosa menutup bincang-bin­cang di siang yang gerah itu.

Profil Rosa Rai Djalal

• Nama : Rosa Rai Djalal
• Lahir : Ujung Pandang, 5 Januari 1975
• Suami : Dino Patti Djalal
• Anak :
- Alexa Saraswati Djalal
- Keanu Dwibuwana Djalal – Chloe Ramadhanya Djalal

• Pendidikan :

  • Dokter Gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 1992-1997
  • Esthetic Dentistry New York University, AS, 2003-2004 – Program Magister Adminis­trasi Rumah Sakit, 2001-2003

• Karier :

  • Dokter Gigi di RS Mitra In­ternasional Jatinegara, Ja­karta Timur, 1997-2007
  • Dokter Gigi di Puskesmas Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, 1999-2001
  • Dokter Gigi clan Pendiri Lo­kartha Dental Clinic, 2003-2008
  • Dokter Gigi dan Pendiri Rays International Dental Clinic, 2009

• Kegiatan :

  • Pengurus Mutumanikam Nusantara Indonesia
  • Salah satu pendiri Perhim­punan KebayakU
  • Ketua Yayasan AI Hamid yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial
  • Dewan Pengurus Indonesia Tersenyum
  • Dharma Wanita Deplu clan Istana
  • Anggota Modernisator Group
  • Berpartisipasi dalam Diplo­matic Circle

• Pengalaman :

  • Paskibraka 1990
  • Abang None Jakarta (Juara III)
  • Putri Indonesia 1995 (Run­ner Up I)
  • Miss World University (masuk lima besar dan terpilih sebagai Miss Fashion).

Source : http://www.tribunnews.com

READ MORE - Profil Rosa Rai | Dokter Cantik yang dikejar-kejar Pasien
Ping your blog in here